0

Kisaragi (2007)

Labels: , , ,


Story : 5 orang fans seorang artis Jepang berkumpul untuk memperingati satu tahun kematian artis tersebut. Kelima orang yang pada awalnya tidak saling kenal secara langsung, saling berbagi koleksi dan pengetahuan tentang artis tersebut, Kisaragi Miki. Saat melakukan perbincangan, tiba-tiba suasana berubah ketika mereka mengingat kematian Kisaragi Miki. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa ada kejanggalan dari kematiannya. Dimana Kisaragi Miki dikatakan bunuh diri, namun salah satu dari mereka mengatakan bahwa Kisaragi Miki sebenarnya dibunuh. Mulai dari sinilah masing-masing dari mereka bercerita tentang apa yang mereka alami dengan Kisaragi Miki mencari apa sebenarnya yang terjadi dengan artis kesayangan mereka.


Review
: Film ini mengingatkan kita pada film klasik tahun 1950-an "12 Angry Men". Menggunakan setting yang sama yaitu dengan latar satu ruangan saja. Yang berbeda adalah 12 Angry Men menyajikan film yang serius, sedangkan Kisaragi selain menyajikan drama misteri tetapi juga menyisipkan unsur-unsur komedi di dalamnya. Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, Kisaragi berkisah tentang 5 orang fans yang membahas kematian idolanya. Karakter dari masing-masing orang di sinilah yang membuat kita tertawa. Dimana masing-masing karakter ternyata memiliki rahasia-rahasia tersendiri sehingga menimbulkan hal-hal konyol.

Sama seperti 12 Angry Men, masing-masing karakter tidak diketahui nama aslinya. Mereka menggunakan "nick" mereka sebagai identitasnya. Hanya satu yang diketahui, itu juga karena dia menggunakan nama aslinya pada "nick"-nya.
Kisaragi menyajikan skenario cerita yang cerdas. Yang menjadi menarik adalah dimana ternyata rahasia dari masing-masing karakter inilah yang terungkap sepanjang film pada akhirnya mereka mendapatkan suatu kesimpulan atau hipotesa mengenai kematian idola mereka. Jadi setiap pembicaraan mereka selalu menarik untuk diikuti. Secara keseluruhan Kisaragi merupakan film yang menarik. Menghibur tetapi juga memiliki jalan cerita yang berbobot.


RATE : 4.5/5

0

12 Angry Men (1957)

Labels: , ,


Story : Di sebuah pengadilan, 12 orang juri berkumpul dalam suatu ruangan untuk membahas mengenai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak terhadap ayahnya. Dari 12 orang juri tersebut 11 diantaranya setuju bahwa anak itu bersalah dan harus diadili. Tetapi ada satu juri yang tidak yakin bahwa anak itu bersalah. Ia pun berusaha meyakinkan kesebelas juri lainnya dengan argumennya. Hingga terjadi perdebatan yang sangat panjang untuk membuat satu persatu dari juri itu untuk mengatakan bahwa anak itu tidak bersalah.



Review : Sepanjang film dipenuhi oleh banyak perdebatan antara para juri. Mungkin orang akan berpikir film ini akan membosankan. Justru sebaliknya, setiap pembicaraan yang terjadi sangat menarik untuk diikuti. Keduabelas juri beradu argumen dengan memberikan fakta-fakta yang ada. Mempertahankan argumen masing-masing, ditambah konflik pribadi para juri itu sendiri yang mewarnai perdebatan ini. Yang menjadi menarik, setiap pembicaraan yang berhubungan dengan kasus. Seperti perkataan para saksi, membuat kita sebagai penonton terbawa kedalamnya. Membayangkan seperti apa kejadian pembunuhan itu terjadi. Hingga terkadang kita membuat kita ikut berpikir dan membuat kesimpulan sendiri akan fakta-fakta tersebut.

Di sepanjang film yang berdurasi sekitar 96 menit ini hampir seluruhnya dipenuhi oleh perdebatan tersebut. Jadi bisa dibilang durasi perdebatan itu hampir sama dengan film ini. Satu hal lagi, dalam film ini tidak disebutkan siapa saja nama-nama juri yang terlibat. Yang diketahui dari mereka adalah pekerjaan masing-masing dan nomor urut juri. Hanya 2 orang dari juri tersebut yang diketahui namanya yaitu juri #8 dan juri #9. Itu pun disebutkan di akhir film.

Secara keseluruhan, 12 Angry Men merupakan film yang simple tapi amazing. Salah satu film terbaik untuk genre-nya bahkan salah satu film terbaik sepanjang masa. Fantastic!


RATE : 5/5

0

Toy Story 3 (2010)

Labels: , ,


Story : Woody, Buzz, Jessie, Mr. and Mrs. Potato Head, Rex, Hamm, Bullseye, Slinky dan Alien Toys kini berada dalam kotak mainan. Hanya merekalah yang tersisa dari mainan Andy. Bertahun-tahun sudah Andy tidak memainkan mereka, tentu saja karena Andy saat ini sudah menginjak remaja. Dan dalam 3 hari Andy akan masuk ke perguruan tinggi. Andy pun memisahkan barang-barangnya yang akan dia bawa dan yang tidak. Ia memutuskan untuk membawa Woody dan menyimpan yang lainnya di loteng. Sayangnya mereka ditempatkan dalam trash bag sehingga Ibunya membuang mereka ke tempat sampah tanpa disengaja. Berhasil lolos dari pembuangan, mereka masuk ke dalam kotak yang akan disumbangkan ke Sunnyside, sebuah tempat penitipan anak.


Di Sunnyside, mereka bertemu dengan banyak mainan baru seperti Lotso, Ken dan Big Baby. Woody mengajak yang lainnya untuk kembali ke tempat Andy, namun mereka menolaknya. Woody pun kembali ke tempat Andy sendiri, sayangnya ia gagal dan ditemukan oleh Bonnie, seorang anak perempuan. Sementara itu, Buzz dan yang lainnya tidak menduga apa yang akan terjadi dengan mereka. Anak-anak itu memainkan mereka dengan kasar. Malam harinya Buzz meminta Lotso untuk menempatkan mereka di tempat lain. Ia menolak lalu menangkap dan memprogram ulang Buzz dan menangkap Jessie dan yang lainnya. Woody yang mendengar dari salah satu mainan Bonnie tentang bagaimana Lotso yang sebenarnya kembali ke Sunnyside untuk menyelamatkan teman-temannya. Dan petualangan besar mereka pun dimulai.



Review : Lebih dari 10 tahun sudah sejak seri terakhir yaitu Toy Story 2, muncul seri ketiga dan merupakan seri terakhir dari perjalanan trilogi Toy Story. Film yang pastinya dinanti oleh banyak penggemarnya, Pixar membuat Toy Story 3 menjadi salah satu karyanya yang cemerlang. Mengambil setting cerita dimana saat Andy mulai remaja, yang jika dipikir-pikir sejalan dengan para penggemarnya yang mungkin dulu saat menonton Toy Story 1 dan 2 mereka masih anak-anak dan sekarang mereka mulai dewasa. Dari sinilah Toy Story 3 berhasil membawa emosi penonton ke dalamnya. Membuat suasana mereka merindukan mainan mereka saat kecil, sama seperti Andy yang juga merindukan mainannya. Bahkan sebagian penonton menangis pada bagian akhir film. Pixar membuktikan bahwa karakter mainan plastik pun dapat membuat seseorang menangis. Sungguh hal yang luar biasa, seperti yang mereka lakukan pada film "Up". Tidak lupa scoring yang sangat mendukung dalam setiap adegan apalagi pada saat adegan akhir yang mungkin membuat penonton semakin terisak.

Sama seperti dua seri sebelumnya, Toy Story 3 selalu dapat membuat kita tertawa sepanjang film. Rex yang selalu menghibur dengan hal-hal konyol yang dia lakukan, Jessie yang pemarah, Mr. dan Mrs. Potato dan trio alien yang lucu dan Buzz yang dalam film ini membuat penonton tertawa saat dia salah program sehingga berbahasa Spanyol dan tentunya adegan Mr. Potato dengan tortilla-nya. Pixar menjadikan masing-masing karakter khas dan tentunya dengan perannya masing-masing. Ditambah karakter baru Lotso, Ken dan Big Baby, yang menempatkan mereka dalam peran antagonis di film ini. Jangan lupa, semua itu dibumbui kisah cinta antara Barbie dan Ken romantis tapi tetap kocak.

Di jajaran pengisi suara, Toy Story 3 masih menggunakan pengisi suara yang sama dengan film sebelumnya. Bahkan pengisi suara Andy yang dulu masih kecil, kini telah dewasa dan kembali mengisi suara Andy yang kini sudah remaja. Kesemuanya memainkan peran yang baik, sehingga emosi dari masing-masing karakter dapat tersampaikan.

Overall, Toy Story 3 merupakan sebuah sekuel penutup yang sangat baik. Lebih baik dibandingkan 2 seri sebelumnya membuat trilogi Toy Story menjadi sempurna. Pantas jika kita menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap film ini dimana pada akhirnya film ini pun sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dan lagi-lagi, Pixar selalu menghasilkan karya yang brilliant, satu kata bagi mereka. Magnificent!!!


RATE : 5/5

0

The A-Team (2010)

Labels: ,


Story : Col. John "Hannibal" Smith (Liam Neeson), Lt. Templeton "Faceman" Peck (Bradley Cooper), B.A. Baracus (Quinton Jackson), H.M. Murdock (Sharlto Copley) yang tergabung dalam Team Alpha atau A-Team terlibat dalam sebuah misi di Irak. Lynch, seorang agen CIA meminta mereka untuk mengambil plat cetakan uang beserta uang yang sudah dicetak yang jumlahnya miliaran dolar. Jendral Morrison meminta mereka untuk tidak mengikuti misi dan keluar dari Baghdad. Tetapi Hannibal tidak menurutinya, mempersiapkan rencana untuk mengambil plat cetakan uang tersebut. Setelah mereka berhasil, mereka melihat mobil Jendral Morrison meledak dan kontainer berisi uang tersebut juga diledakkan. Hannibal melihat Pike berada dibalik ini semua.

Dianggap melanggar etika militer Team Alpha dipenjarakan di penjara militer. Dengan bantuan Lynch, Hannibal berhasil lolos dari penjara dan menolong anggota tim satu per satu. Mengetahui Pike ada di Frankfurt, A-Team berencana untuk mengambil kembali plat tersebut. Berusaha mengembalikan nama baik mereka dan mengambil kembali plat tersebut, mereka menemukan hal yang tak mereka duga sebelumnya.


Review : Sebuah film remake yang diangkat dari serial TV di tahun 80-an, The A-Team diharapkan bisa mengobati rasa kangen para penontonnya dengan aksi-aksi mereka. Dengan Joe Carnahan yang duduk di kursi sutradara The A-Team menyajikan action-action yang patut dinikmati. Sepanjang film penonton disajikan dengan aksi tembak menembak yang menegangkan. Tidak hanya itu, komedi-komedi segar juga disajikan dalam film ini. Mulai dari kekonyolan Baracus hingga Murdock yang dengan kegilaannya membuat penonton tertawa. Bukan hanya mereka berdua tapi Hannibal dan Face pun juga bisa mengocok perut para penonton.


Alur cerita yang sederhana, tidak terlalu rumit sehingga ringan untuk dicerna penontonnya. Cerita yang sederhana tapi cukup menarik, tentunya dengan rencana-rencana A-Team yang sangat menarik. Bagaimana mereka menjalankan misi mereka, seperti pada saat mengambil plat pencetak uang di Baghdad, pada saat mereka membebaskan teman satu timnya dan lainnya. Aksi-aksi mereka membuat penonton cukup terpukau.

Para penggemar The A-Team, mungkin akan mengingat musik khas saat mereka beraksi. Yup, musik khas tersebut diselipkan di berbagai adegan film ini, mereka yang rindu pasti akan senang mendengarnya. Apalagi diselipkan salah satu cuplikan adegan dari serial The A-Team yang lama, pada saat mereka membebaskan Murdock. Jangan lupa, mobil favorit Baracus di serialnya pun juga hadir di sini. Buat penonton yang menunggu hingga akhir credits title, akan melihat cameo dari pemeran Faceman dan Murdock dari serial The A-Team yang asli.

Alhasil The A-Team menjadi salah satu film musim panas yang wajib ditonton dan juga menjadi salah satu remake yang berhasil dan cukup bersaing apabila disandarkan dengan The Karate Kid yang merupakan remake juga dan ditayangkan pada minggu yang bersamaan. Alpha Mike Foxtrot a.k.a. Adios Mother Fucker.


RATE : 3.5/5

0

Minggu Pagi di Victoria Park (2010)

Labels: , ,


Story : Mayang (Lola Amaria) terpaksa menjadi TKW dan diberangkatkan ke Hongkong demi mencari adiknya Sekar (Titi Sjuman) yang tak kunjung pulang. Hidup di tempat yang baru dan asing baginya bersama TKW lain, Mayang berusaha mencari keberadaan adiknya sendiri. Namun dia tak dapat menemukan info apapun tentang Sekar. Hingga ketika dia bersama temannya mengunjungi warung bu'de di tempat itulah ia mendengar TKW lainnya membicarakan tentang Sekar.

Pada akhirnya dia memberi tahu Gandi (Donny Damara) seorang anggota konsulat Indonesia yang sudah dianggap sebagai bapak para TKW. Diketahui bahwa Sekar tidak dapat pulang karena dia terlilit hutang sebuah perusahaan kredit sehingga nomor paspornya ditahan. Di lain pihak, Vincent sahabat Gandi, mulai tertarik pada Mayang dan menawarkan diri untuk membantu Mayang menemukan Sekar.


Review : Minggu Pagi di Victoria Park atau MPdVP menjadi salah satu film Indonesia yang patut ditonton. Mengangkat tema tentang TKW yang sedang ramai dibicarakan, MPdVP menggambarkan bagaimana realita kehidupan TKW di Hongkong dan film ini berhasil menggambarkannya dengan baik. Dengan alur cerita yang tidak biasa, selalu memberikan sesuatu yang tak terduga. Bahkan film ini berhasil mencampur berbagai macam konflik yang ada di dalamnya. Seiring dengan berjalannya jawaban demi jawaban dari masalah yang terjadi mulai terjawab. Membuat penonton tertarik untuk terus mengikutinya.

Selain itu, MPdVP juga diselipkan adegan romantis yang berhasil membawa perasaan penonton. Dan juga musik scoring yang terlihat pas dengan adegan yang sedang dimainkan, ditambah Lola Amaria dan Titi Sjuman yang memerankan peran masing-masing dengan sangat baik, sehingga film ini menjadi enak ditonton. Jangan lupa dengan pesan moral yang terdapat dalam film ini yang dapat diambil hikmahnya. Alhasil MPdVP menjadi salah satu karya terbaik anak bangsa tahun ini ditengah banyaknya film-film Hollywood yang sedang tayang pada musim panas ini.


RATE : 4/5

0

The Karate Kid (2010)

Labels: ,


Story : Dre Parker (Jaden Smith) bersama ibunya pindah dari Amerika Serikat ke Cina demi ibunya yang harus pindah kerja di Cina. Tinggal di sebuah apartemen, Dre kemudian bertemu dengan Meiying. Namun pertemuannya itu malah membawanya ke dalam sebuah masalah dengan Cheng yang merupakan teman dari Meiying. Dre yang menantangnya bertarung harus kalah karena Cheng yang ternyata menguasai Kung-fu. Di sekolah barunya, ternyata Dre harus satu sekolah dengan Cheng dan Meiying. Konflik trus terjadi di antara Cheng dan Dre, sementara itu Dre terus coba untuk mengenal Meiying lebih dekat.


Suatu waktu ketika Dre melihat sebuah perguruan kung-fu. Dia berpikir untuk belajar kung-fu di perguruan tersebut, sayangnya lagi-lagi dia melihat Cheng yang ternyata murid di perguruan kung-fu itu dan ia pun mengurungkan niatnya. Ketika pulang dari darma wisata sekolahnya, Dre yang diam-diam mengikuti Cheng dan teman-temannya menyiram mereka dengan air kotor, sehingga mereka mengejar Dre hingga ia pun terpojok. Saat Cheng sedang memukuli Dre, Mr. Han (Jackie Chan) datang menolongnya dengan mengalahkan Cheng dan teman-temannya. Dre lalu meminta Mr. Han untuk mengajarkannya Kung-fu, namun ia menolaknya. Kemudian Dre bersama Mr. Han menemui guru dari Cheng dan guru tersebut menantang mereka bertarung. Mr. Han menjawab tantangannya bahwa Dre akan menghadapi mereka dalam sebuah turnamen kung-fu.


Mr. Han kemudian mengajarkan kung-fu pada Dre, sementara itu hubungan Dre dan Meiying pun semakin akrab, namun masalah timbul ketika orang tua Meiying mengetahuinya dan Meiying pun tidak diperbolehkan untuk berteman lagi dengannya. Dre lalu fokus untuk menguasai kung-fu dan mengalahkan Cheng dalam turnamen tersebut.


Review : Sebelum menonton film ini, sebaiknya jangan terlalu berekspektasi bahwa ini merupakan remake dari The Karate Kid, bahkan sebenarnya film ini lebih baik disebut "Kung-fu Kid" daripada "Karate Kid". Film yang memiliki durasi 140 menit ini, sebenarnya bukan merupakan film yang buruk. Film ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, sehingga bisa dijadikan tontonan keluarga. The Karate Kid ini mengambil alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, yang berbeda hanyalah cara bertarungnya serta setting tempatnya. Dari karate menjadi kung-fu dan dari Amerika menjadi Cina. Dengan action yang menawan serta drama yang dipenuhi berbagai konflik mulai dari keluarga hingga percintaan membuat film ini tidak membosankan. Ditambah dengan adegan-adegan konyol khas Jackie Chan yang di film ini tampil serius namun tetap lucu dan Jaden Smith yang sepertinya menurunkan sifat ayahnya, Will Smith yang menjadi produser di film ini membuat penonton dibuat tertawa disela-sela film.

Secara keseluruhan, Jackie Chan menampilkan akting yang baik. Sebagai seorang yang serius, ia berhasil memainkan emosinya. Bahkan saat dia harus berakting dalam salah satu adegan yang sedih, penonton bisa merasakan feel-nya. Jackie menampilkan akting yang jauh lebih baik dibandingkan film dia sebelumnya "The Spy Next Door". Sementara itu Jaden Smith yang berperan sebagai Dre menampilkan adegan martial arts yang sungguh memukau. Menjalankan hampir keseluruhan adegan itu sendiri serta berhasil memainkan emosinya hampir di setiap scene. Overall The Karate Kid patut ditonton, apalagi dengan keluarga. Cukup menghibur serta banyak pesan moral yang dapat kita angkat dari film ini. So, Enjoy the movie.


RATE : 3.5/5

0

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Labels: ,


Story : Berkisah tentang sepasang kekasih yang mencoba menghapus ingatan pasangannya. Joel Barish (Jim Carrey) suatu waktu bertemu dengan pacarnya Clementine Kruczynski di sebuah toko, menemukan bahwa dia sudah tidak lagi mengenalnya sebagai pacarnya bahkan Clementine tidak mengenalnya sama sekali dan tentu saja dia sudah mempunyai pacar baru. Joel menemukan sebuah kartu yang menyebutkan bahwa Clementine telah menghapus ingatannya akan Joel. Dia pun ke tempat yang tersebut di kartu itu. Mengetahui bahwa Clementine telah menghapus ingatannya akan dirinya dengan alasan dia tidak hidup bahagia dengannya, kemudian dia memutuskan untuk menghapus ingatannya akan Clementine.


Pada saat ingatannya dihapus di alam bawah sadarnya Joel mengingat kembali memori-memori ia bersama Clementine. Mulai dari bagaimana mereka bertemu, kemesraan mereka berdua hingga konflik-konflik yang mereka alami dalam hubungan mereka. Hingga pada suatu titik Joel malah menikmati kebersamaan bersama Clementine dan berpikir untuk tidak menghapus ingatannya. Dia pun berusaha untuk bangun dari tidurnya, Sementara itu konflik lain terjadi antara Mary (Kirsten Dunst), Stan (Mark Ruffalo) dan Frank (Thomas Jay Ryan) disaat mereka sedang menghapus ingatan Joel.


Review : Eternal Sunshine of the Spotless Mind merupakan film drama percintaan yang memasukkan unsur sci-fi di dalamnya. Penulis cerita Charlie Kaufman berhasil meramu cerita film ini menjadi suatu cerita yang tidak biasa, dengan alur yang menarik sehingga membawa penonton tertarik untuk terus mengikutinya. Setiap adegan akan selalu membuat penonton bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Diawali dengan cerita tentang Joel yang bertemu Clementine lalu kita akan dibawa pada sebuah flashback di mana pada akhirnya kita tahu bahwa adegan di awal film merupakan bagian terakhir dari cerita. Sebagian besar cerita mengambil setting dalam pikiran Joel yang digambarkan dengan efek yang cukup baik, seperti bagaimana dunia dalam ingatan Joel yang berubah-ubah dan terkadang menghilang.

Di film ini, Jim Carrey menampilkan salah satu akting terbaiknya. Bisa terlihat bagaimana dia memerankan karakter Joel dengan baik. Selain itu aktris Kate Winslet juga menampilkan peran yang cukup baik. Dunst yang bukan menjadi peran utama dalam film ini juga berhasil memainkan emosinya sebagai Mary dengan baik. Elijah Wood yang berperan sebagai Patrick, pacar baru Clementine, sayangnya karakter Patrick kurang menonjol di film ini. Tidak terlalu dijelaskan bagaimana hubungannya dengan Clementine hingga akhir, sehingga merasa karakter ini menghilang begitu saja.

Eternal Sunshine of the Spotless Mind, mendekati akhir film dijelaskan makna dari judul tersebut. Bagaimana bisa diambil pelajaran moral dari film ini seperti tagline-nya "You can erase someone from your mind. Getting them out of your heart is another story." Akhir kata, film ini merupakan salah satu film drama percintaan yang bagus dimana kita bisa mengambil pesan moral dari film ini dan tentunya menikmati bagaimana Joel akan bermain dengan pikirannya. Enjoy.


RATE : 5/5