Incendies (2010)

Labels: , ,


Incendies adalah sebuah film drama asal Kanada yang ditulis dan disutradarai oleh Denis Villeneuve yang pernah menggarap Maelström (2000), bercerita tentang dua bersaudara yang kembar, Jeanne dan Simon Marwan dimana mereka mendapatkan pesan dari surat wasiat ibunya, Nawal Marwan untuk menyampaikan 2 surat masing-masing untuk saudara laki-laki mereka dan ayah mereka yang hingga saat ini mereka pun tidak tahu keberadaannya. Jeanne pun melakukan pencarian sendiri tanpa kehadiran Simon ke sebuah tempat di Timur Tengah. Bermodalkan sebuah foto ibunya, Jeanne mengawali perjalanan dari Daresh, sebuah kota di Timur Tengah. Dari sini Jeanne mendapatkan informasi untuk pergi ke daerah selatan, tempat dimana ibunya lahir dan di daerah selatan pula tempat dimana foto itu diambil, sebuah penjara bernama Kfar Ryat. Namun yang terjadi ketika penduduk di tempat asal ibunya itu mengetahui bahwa Jeanne adalah anak dari Nawal, mereka tidak memperbolehkan Jeanne untuk berada di sana. Melanjutkan perjalanan ke Kfar Ryat, Jeanne pun mendapatkan berbagai informasi tentang kehidupan ibunya, sebuah masa lalu yang bisa dikatakan jauh dari sebuah kehidupan "normal", Jeanne menghubungi Simon yang berada di Kanada, berharap saudaranya itu membantunya untuk menemukan saudara laki-laki dan ayah mereka.


Selain menceritakan tentang perjalanan dua bersaudara Jeanne dan Simon, film ini juga menceritakan sebuah masa lalu yang dialami oleh Nawal Marwan. Diawali dari masa lalu Nawal di sebuah desa kecil di Timur Tengah, kehamilan dari seorang laki-laki tanpa ikatan pernikahan membuat Nawal dianggap telah memalukan nama keluarga Marwan. Mereka pun menunggu hingga anak yang dikandungnya lahir. Saat kelahiran anak itu yang ternyata adalah seorang anak laki-laki, Nawal membuat tato di kaki anak itu dan berjanji untuk menemukan anak itu suatu saat nanti, anak itu pun dibawa untuk diasuh oleh orang lain. Setelah kelahiran anak itu, Nawal pergi ke kota untuk tinggal dan disekolahkan oleh pamannya. Namun perang yang terjadi di negara itu membuat tempatnya belajar ditutup mengharuskan mereka untuk mengungsi dari kota itu. Nawal memutuskan untuk tidak ikut mengungsi dan pergi mencari anaknya di daerah selatan yang merupakan daerah konflik pada saat itu. Tapi saat ia sampai di sana desa tersebut telah hancur akibat serangan yang dilakukan oleh salah satu pihak militan. Tidak menemukan anaknya, membuat Nawal memutuskan untuk bekerja dengan salah satu organisasi yang terlibat pada perang itu. Mulai dari situ, segala kehidupan gelap yang dia alami pun dimulai.


Incendies yang mendapatkan penghargaan pada Toronto International Film Festival sebagai Best Canadian Feature, juga terpilih untuk mewakili Kanada dalam ajang Academy Award 2011 untuk kategori Best Foreign Language. Saya sendiri tidak terlalu berekspektasi banyak terhadap film ini mengingat genre film ini adalah drama. Tapi yang ditemukan sepanjang film adalah kejutan demi kejutan yang tidak terduga. Film ini memiliki dua alur cerita yang berjalan secara bersamaan. Cerita yang pertama adalah tentang perjalanan Jeanne dan Simon untuk memenuhi wasiat ibunya memberikan dua surat untuk saudara laki-laki yang mereka sendiri pun tidak tahu kalau itu ada dan satunya untuk ayah mereka. Sementara yang kedua menceritakan asal usul kehidupan Nawal Marwan, ibu mereka di sebuah daerah di Timur Tengah dimana daerah tersebut sedang terjadi konflik agama. Dari kedua alur tersebut, Denis Villeneuve mengkombinasikan keduanya menjadi sebuah jalan cerita yang padu dan kombinasinya tersebut sangatlah mulus. Dua alur cerita ini justru mendukung satu sama lain. Segala macam pertanyaan yang mungkin muncul pada kisah Jeanne dan Simon selalu terjawab pada saat penceritaan masa lalu dari Nawal. Ide cerita dari film ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi Villeneuve cukup berhasil memanfaatkan potensi yang ada. Mengangkat konflik agama yang terjadi di Timur Tengah dan memasukkannya ke dalam cerita justru memberikan pandangan tersendiri terhadap film ini. Setidaknya cukup membuka mata kita tentang bagaimana perang antar agama itu sendiri dan akibat yang ditimbulkan di berbagai sisi baik itu korban maupun mereka yang terlibat dalam konflik.

Incendies mungkin tidak seperti film drama kebanyakan yang dipenuhi oleh adegan 'ala sinetron' yang berusaha membawa perasaan penonton kedalamnya. Tapi yang menjadi kekuatan film ini adalah penceritaan film itu sendiri, mulai dari konflik serta pencarian Jeanne dan Simon yang dalam perjalanan cerita mereka menemukan sesuatu yang tidak terduga. Hal-hal seperti itulah yang justru membuat bagaimana emosi yang terdapat dalam film bisa disampaikan kepada kita yang menontonnya bahkan setiap adegan justru membuat saya tertarik untuk terus mengikuti perjalanan film ini. Dengan berbagai twist demi twist yang disajikan, serta alur cerita non-linear dari film ini, Incendies menjadi sebuah tontonan yang sangat menarik dan selalu memberikan kejutan hampir di sepanjang film.


RATE : 5 / 5

2 comments:

  1. adithiarangga said...:

    wow ternyata filmnya bagus yah, dilihat juga dari twitter jiffest yg didominasi oleh orang2 yg mem-favoritkan film ini di jiffest tahun ini...

    damn, menyesal nga ditonton :(

  1. flik_kenni said...:

    filmnya banyak kejutan :D

    ternyata ga rugi menembus hujan demi nonton film ini *lebay*

Post a Comment